"Semakin merasa tahu banyak hal, semakin saya tidak tahu apa-apa."

Socrates (via kuntawiaji)

"90% dari kekhawatiran tidak pernah terjadi. Dan 10% sisanya memang di luar kontrol kita. Bila demikian, kenapa harus ambil pusing? Kenapa tidak mengisi pikiran dengan harapan dan keceriaan (No one ever injured his eyesight by looking at the brightside)"

— (via angestiyapinakesti)

(Source: elvinadiah, via angestiyapinakesti)

Everything Will be Better Tomorrow

Holiday is so close to the end. 1 bulan penuh perenungan dan evaluasi tentang apa yang sudah aku lakukan di hari-hari lalu. Perenungan yang berujung penyesalan dan evaluasi yang berujung kebangkitan.

Waktu terasa begitu cepat, dan memang sudah seperti itu semenjak semua terlihat begitu rumit.. dan kacau. Berbagai hal di depan mata selalu terlihat berbelit-belit, namun akan terlihat sederhana setelah semua terselesaikan. Tapi, tetap saja di prosesnya akan membutuhkan perjuangan yang sangat-sangat melelahkan

Khusus 6 bulan ini, aku benar-benar dibuat terperangah. Segalanya seperti berubah sedemikian drastis dan membuat aku merasa belum siap untuk memulainya.

Di saat-saat seperti itu hanya ada dua keinginan, kembali seperti dulu atau cepat cepat berada di penghujungnya, menghilang di masa sekarang dan kembali di saat orang-orang merayakan hasil keringat mereka.

Sayang, pilihan itu hanya sebatas angan. Orang-orang hebat di sekitarku melarangnya. “Hasil tanpa proses apa gunanya?” kata mereka. Dan dalam sekejap, aku malu pada diriku sendiri.

Dan jadilah, kumulai hariku, sedikit demi sedikit mengumpulkan semangat yang entah hilang kemana di awal 6 bulan lalu. Seperti pepatah lama, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

And, here I am. Aku, di ujung semester pertamaku dengan hasil yang sangat patut untuk disyukuri. Jalan panjang berakhir pada sebuah kisah manis di ujungnya, bagai goresan-goresan langkah yang menciptakan sebuah lukisan indah di salah satu lembaran hidupku.

Tak mau terjerumus di keadaan yang sama, kusiapkan warna yang lebih baik untuk perjalanku esok. Cukuplah yang kemarin menjadi lukisan yang tetap berada pada bingkainy dan biarkan kumulai esok dengan warna baru yang lebih mengagumkan. Karena aku percaya, esok akan lebih baik.

The Story of The Five Balls

Imagine life is a game in which you’re juggling five balls. The balls are called Work, Family, Health, Friends, and Integrity. And you’re keeping all of them in the air. But one day you finally come to understand that Work is a rubber ball. If you drop it, it will bounce back. The other four balls - Family, Health, Friends, and Integrity - are made of glass. If you drop one of these, it’ll be irrevocably scuffed, nicked, perhaps even shattered. And once you truly understand the lesson of the five balls, you will have the beginnings of balance in your life.

-Suzanne’s Diary for Nicholas-

"Life begins at 40” is only for those who would rather wait in discovering their passion. Life begins the day you found your passion."

— Pandji Pragiwaksono (via widyarifianti)

"Hidup ini singkat. Maka, jangan membuatnya lebih singkat lagi dengan sesuatu yang sia-sia."

Dr. ’Aidh al-Qarni (via kuntawiaji)

(Source: merindyaaa, via kuntawiaji)